
Halo mahasiswa, bagaimana pengerjaan skripsinya, sudah mau selesai atau saat ini kamu ngestuck karena kesulitan dalam menentukan variabel penelitian? Jika benar demikian, tenang, kamu tidak sendiri!. Menentukan variabel penelitian yang tepat buat skripsi kita memang jadi langkah yang paling krusial dalam menyusun skripsi atau karya ilmiah. Banyak mahasiswa masih bingung: “Apa itu variabel?”, “Berapa banyak variabel yang harus digunakan?”, atau “Bagaimana cara menentukannya?”
Variabel adalah elemen penting yang akan kamu teliti, ukur, dan analisis. Dengan memilih variabel yang tepat, kamu bisa membuat rancangan penelitian yang lebih fokus dan terarah. Tapi kalau salah pilih atau tidak jelas, bisa-bisa penelitianmu kehilangan arah dan sulit dianalisis secara ilmiah. Agar sekiranya kamu tidak bernasib naas, tenang saja karena artikel ini akan jadi panduan praktis kamu buat memahaminya. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara praktis mulai dari pengertian variabel, jenis variabel penelitian, cara menentukannya, hingga contoh variabel dan cara menyusun operasional variabel.
Pengen mengetahui cara efektif menentukan variabel penelitian yang tepat? Yuk disimak 7 langkah efektif berikut dalam menentukan dan menyusun variabel penelitian biar skripsimu cepat selesai!
1. Apa Itu Variabel Penelitian?
Oke, sebelum kita lanjut membahas jenis variabel penelitian, cara menentukannya, hingga contoh variabel dan cara menyusun operasional variabel, hal pertama yang harus kita bahas adalah pengertiannya. Secara sederhana, variabel penelitian adalah segala sesuatu yang bisa diukur, diamati, atau diteliti dalam suatu penelitian. Variabel bisa berupa hal yang berubah, dipengaruhi, atau memengaruhi.
Contoh sederhana:
Kalau kamu ingin meneliti pengaruh jam belajar terhadap nilai ujian, maka “jam belajar” adalah variabel bebas (yang memengaruhi), dan “nilai ujian” adalah variabel terikat (yang dipengaruhi).
Variabel tidak harus selalu angka, bisa juga berupa perilaku, sikap, persepsi, atau kejadian tertentu. Yang penting, variabel tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah dan diukur sesuai metode penelitian.
2. Jenis Variabel Penelitian
Agar sekiranya kamu bisa lebih memamahi secara lebih dalam apa itu variabel penelitian, maka yang perlu kamu tahu selanjutnya adalah jenis variabel penelitian. Kenapa ini penting untuk kita pahami? supaya kamu tidak keliru saat menyusunnya di Bab 1 dan Bab 3 skripsi. Sehingga saat mulai menjabarkan lebih lanjut Bab 4 hasil dan pembahasan, semuanya bakal berjalan lancar.
Berikut ini beberapa jenis variabel berdasarkan sifat dan hubungannya:
a. Berdasarkan Hubungannya
- Variabel Bebas (Independen): Variabel yang memengaruhi atau menyebabkan perubahan.
Contoh: metode belajar, tingkat stres, media pembelajaran. - Variabel Terikat (Dependen): Variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.
Contoh: hasil belajar, produktivitas kerja, kepuasan pelanggan. - Variabel Moderator: Variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel bebas dan terikat. Contoh: jenis kelamin, latar belakang pendidikan.
- Variabel Intervening: Variabel antara yang menjembatani pengaruh variabel bebas ke variabel terikat. Contoh: motivasi sebagai perantara antara gaya kepemimpinan dan kinerja.
b. Berdasarkan Sifat Datanya
- Variabel Kuantitatif: Bisa diukur secara numerik, seperti tinggi badan, skor ujian, frekuensi, atau durasi.
- Variabel Kualitatif: Tidak berbentuk angka, tapi bisa dikelompokkan, seperti jenis kelamin, warna, atau tipe respon.
3. Cara Menentukan Variabel Penelitian
Sekarang kamu sudah tahu jenis-jenis variabel. Tapi bagaimana cara menentukan variabel yang tepat untuk skripsimu? Berikut langkah-langkah sederhananya:
1. Mulai dari Rumusan Masalah
Variabel biasanya bisa langsung diambil dari rumusan masalah. Contohnya:
“Apakah ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa?”
Maka:
- Variabel bebas: motivasi belajar
- Variabel terikat: prestasi akademik
2. Lihat dari Judul Penelitian
Judul bisa memberi petunjuk langsung. Misalnya:
“Pengaruh Stres Akademik dan Dukungan Sosial terhadap Kecemasan Mahasiswa”
Variabel:
- Bebas: stres akademik, dukungan sosial
- Terikat: kecemasan
3. Periksa Tujuan Penelitian
Tujuan seperti “mengetahui hubungan” atau “menguji pengaruh” juga bisa menunjukkan variabel mana yang diteliti.
4. Konsultasi Jurnal atau Penelitian Terdahulu
Kalau kamu masih ragu, cari jurnal yang relevan dengan topikmu. Biasanya variabel yang digunakan sudah jelas dan bisa kamu adaptasi dengan topikmu sendiri.
4. Operasional Variabel: Biar Nggak Asal Sebut Aja
Setelah menentukan variabel, kamu nggak bisa berhenti di situ. Kamu perlu menjelaskan operasional variabel, yaitu bagaimana cara kamu mengukur variabel tersebut dalam penelitian. Tujuannya adalah supaya dosen atau pembaca paham secara jelas: apa yang kamu maksud dengan variabel tersebut, dan bagaimana kamu mengukurnya secara ilmiah.
Struktur Umum Operasional Variabel:
- Nama Variabel
- Definisi Konseptual (definisi berdasarkan teori atau literatur)
- Definisi Operasional (bagaimana variabel itu diukur dalam penelitianmu)
- Indikator (hal-hal yang menjadi bagian dari variabel tersebut)
- Skala Pengukuran (Likert, nominal, ordinal, dll)
5. Contoh Operasional Variabel Penelitian
Agar lebih mudah, yuk lihat contoh operasional variabel dalam bentuk tabel sederhana:
| Variabel | Definisi Konseptual | Definisi Operasional | Indikator | Skala Pengukuran |
| Motivasi Belajar | Keinginan dan dorongan untuk mencapai tujuan akademik | Skor hasil pengisian kuesioner oleh mahasiswa | – Tujuan belajar- Ketekunan- Rasa tanggung jawab | Skala Likert (1–5) |
| Prestasi Akademik | Hasil pencapaian akademik selama masa studi | Nilai IPK atau nilai ujian mata kuliah | – Nilai IPK- Nilai akhir mata kuliah | Skala Rasio |
Jika kamu menggunakan penelitian kualitatif, operasional variabel tidak harus dalam bentuk angka. Kamu cukup menjelaskan bagaimana kamu akan melihat dan menganalisis aspek tertentu dalam data, misalnya melalui coding tematik atau interpretasi wawancara.
6. Kesalahan Umum Saat Menentukan Variabel
Agar kamu tidak salah langkah, berikut ini beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan mahasiswa saat menyusun variabel penelitian:
a. Variabel Tidak Relevan dengan Rumusan Masalah
Kadang ada variabel yang disebutkan di judul tapi tidak pernah dibahas di rumusan masalah. Pastikan variabelmu selalu berkaitan langsung dengan rumusan dan tujuan penelitian.
b. Variabel Terlalu Umum
Misalnya, hanya menyebut “kinerja” atau “kepuasan” tanpa menjelaskan aspek atau indikator yang akan diukur. Ini bisa bikin data jadi tidak fokus dan susah dianalisis.
c. Terlalu Banyak Variabel Sekaligus
Semakin banyak variabel, semakin kompleks analisisnya. Kecuali kamu sudah siap dengan alat dan waktu yang cukup, lebih baik fokus pada 2–3 variabel utama.
d. Tidak Konsisten Antara Bab 1, 3, dan Lampiran
Variabel yang disebut di Bab 1 harus sama dengan yang dijelaskan di Bab 3 dan yang digunakan dalam instrumen penelitian. Banyak mahasiswa lupa menyamakan istilahnya, akibatnya jadi tidak sinkron.
7. Penutup
Bagaimana dengan penjelasan yang kami jabarkan, sampai disini kamu sudah pahamkan apa yang bagaimana cara menentukan variabel penelitian yang efektif? Intinya menentukan variabel penelitian secara tepat dan terstruktur adalah fondasi penting dari penelitian ilmiah. Dan kamu sudah membaca artikel ini jadi secara tidak langsung semoga saja kamu sudah paham dan bisa mengaplikasikannya ya! Keanap? Karena dengan memahami jenis variabel penelitian, menyusun operasional variabel, dan melihat contoh variabel yang sesuai, kamu bisa menyusun kerangka penelitian yang rapi, fokus, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Ingat ya, variabel yang tepat akan memudahkan kamu dalam menyusun instrumen penelitian, mengolah data, dan menyusun kesimpulan. Sebaliknya, variabel yang kabur hanya akan membuat skripsimu sulit dipahami dan bisa menambah beban revisi. Olehnya itu, saat kamu mau menyusun skripsi, mulailah dengan topik yang kamu minati, rumuskan masalahnya, lalu turunkan ke dalam variabel-variabel yang logis dan terukur. Jangan lupa konsultasikan juga ke dosen pembimbing untuk memastikan arah penelitianmu sudah tepat. Semangat, semoga cepat wisuda ya!