
Halo mahasiswa, saat kamu memutuskan untuk mengerjakan skripsimu, kamu sudah terlintas metode penelitian apa yang akan kamu gunakan nanti? Atau kamu belum kepikiran sama sekali karena belum memahami apa saja metode penelitian yang bisa digunakan? Jika benar demikian, tenang saja, kamu tidak sendirian! Intinya kamu memiliki kemauan untuk memahaminya Karena memahami metode penelitian kualitatif dan kuantitatif itu penting banget, terutama supaya kamu bisa menyesuaikan metode penelitian dengan jenis data yang kamu kumpulkan dan tujuan dari skripsimu.
Biar lebih memudahkan, artikel ini akan menjadi panduan praktis kamu buat memahaminya! Artikel ini akan membahas secara ringkas namun padat tentang perbedaan mendasar antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, lengkap dengan karakteristik keduanya yaitu kualitatif dan kuantitatif, dan beberapa contoh skripsi sebagai gambaran. Yuk, mari kita mulai menjelaskannya biar kamu tidak bingung lagi dalam memilih metode penelitian yang cocok untuk skripsimu!
1. Apa Itu Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif?
Oke, sebelum kita menjelasakn apa saja perbedaan yang dimiliki oleh metode penelitian kualitatif dan kuantitatif beserta dengan karakteristik buat masing-masing keduanya, terlebih dahulu kita perlu membahas dasarnya yakni pengertian atau definisinya secara singkat:
- Penelitian Kualitatif: Jenis penelitian yang lebih fokus pada makna, pemahaman, dan pengalaman. Penelitian ini tidak menggunakan angka, tapi lebih pada deskripsi naratif. Biasanya digunakan untuk mengeksplorasi fenomena sosial, budaya, perilaku, atau pengalaman individu secara mendalam.
- Penelitian Kuantitatif: Jenis penelitian ini lebih menekankan pada angka, data statistik, dan pengukuran variabel. Tujuannya untuk mencari hubungan antar variabel, membuktikan hipotesis, atau mengukur seberapa besar pengaruh suatu faktor.
Keduanya sama-sama penting dan ilmiah, hanya saja penggunaannya berbeda tergantung pada jenis dan tujuan penelitian kamu. Yuk kita bahas perbedaan detailnya satu per satu.
2. Karakteristik Penelitian Kualitatif
Oke, sudah selesai kita bahas pengertian buat masing-masing kedua metode penelitian tersebut, selanjutnya yang tidak kalah penting adalah kita akan membahas karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing metode penelitian. Kenapa? Agar kamu makin tercerahkan sama metode penelitian yang cocok untuk skripsi akan kamu jalankan. Berikut ini adalah ciri khas atau karakteristik kualitatif yang perlu kamu pahami sebelum memilih metode ini:
1. Fokus pada Pemahaman Mendalam: Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami makna atau makna di balik sebuah fenomena. Misalnya, bagaimana perasaan mahasiswa semester akhir menghadapi tekanan skripsi. Yang dikejar bukan angka, tapi pemahaman dan emosi mereka.
2. Data Berupa Kata-kata, Bukan Angka: Data yang dikumpulkan biasanya berupa wawancara, observasi, catatan lapangan, atau dokumen. Tidak ada SPSS, tidak ada rumus regresi—yang ada justru cerita dan narasi.
3. Proses Penelitian Fleksibel: Penelitian ini bersifat terbuka. Artinya, struktur penelitiannya tidak kaku. Peneliti bisa menggali lebih dalam saat wawancara, bahkan menyesuaikan arah penelitian tergantung situasi di lapangan.
4. Peneliti Sebagai Instrumen Utama: Dalam penelitian kualitatif, kamu sebagai peneliti adalah instrumen utama. Kamulah yang mengumpulkan data, menganalisisnya, dan menyimpulkan. Jadi peran subjektif peneliti sangat besar.
5. Hasilnya Tidak Bisa Digeneralisasi: Karena jumlah responden biasanya sedikit dan fokusnya pada kedalaman data, maka hasil penelitian kualitatif tidak bisa digeneralisasi ke populasi yang lebih luas. Tapi justru di situlah kekuatannya—detail dan mendalam.
3. Karakteristik Penelitian Kuantitatif
Jika karakteristik yang dimiliki metode penelitian kualitatif lebih menekankan pada Fokus pada Pemahaman Mendalam, Data Berupa Kata-kata, Bukan Angka, Proses Penelitian Fleksibel dan lain sebagainya. Maka penelitian kuantitatif memiliki perbedaan dari metode sebelumnya. Apa saja itu? Berikut ini penjelasannya!
1. Fokus pada Pengukuran dan Pengujian: Penelitian ini bertujuan mengukur hubungan antar variabel dan menguji hipotesis. Misalnya: “Apakah ada pengaruh penggunaan media sosial terhadap tingkat produktivitas mahasiswa?”
2. Data Berupa Angka dan Statistik: Data dikumpulkan melalui kuesioner, survei, atau eksperimen, lalu dianalisis menggunakan statistik. Software seperti SPSS atau Excel sering digunakan untuk mengolah datanya.
3. Proses Penelitian Lebih Terstruktur: Penelitian kuantitatif punya alur kerja yang lebih sistematis dan kaku. Mulai dari penyusunan hipotesis, penyebaran instrumen, hingga analisis, semua sudah dirancang sejak awal.
4. Objektivitas Tinggi: Karena data berbentuk angka dan hasilnya dianalisis secara statistik, maka penelitian kuantitatif dianggap lebih objektif dan minim bias peneliti.
5. Hasilnya Bisa Digeneralisasi: Karena biasanya melibatkan banyak responden, hasil dari penelitian ini bisa diterapkan pada populasi yang lebih luas. Misalnya kamu meneliti 100 mahasiswa, maka hasilnya bisa merepresentasikan populasi mahasiswa di kampusmu
4. Perbandingan Langsung: Kualitatif vs Kuantitatif
Ini yang tidak boleh sampai terskip yakni perbandingan. FYI: Kedua metode penelitian ini memiliki kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Tapi tenang saja, aku akan menjabarkannya biar kamu makin paham dan makin maksimal dalam menentukan pilihan metode yang akan kamu gunakan dalam skripsimu nanti. Berikut ini tabel perbandingan singkat antara penelitian kualitatif dan kuantitatif:
| Aspek | Kualitatif | Kuantitatif |
| Tujuan | Memahami makna dan fenomena | Mengukur dan menguji hubungan variabel |
| Data | Naratif, deskriptif | Angka, statistik |
| Teknik Pengumpulan | Wawancara, observasi, dokumentasi | Kuesioner, survei, eksperimen |
| Instrumen | Peneliti sendiri | Kuesioner atau alat ukur terstruktur |
| Jumlah Responden | Sedikit (biasanya purposive) | Banyak (biasanya random) |
| Hasil | Tidak bisa digeneralisasi | Bisa digeneralisasi |
| Analisis | Tematik, coding, deskriptif | Statistik, uji hipotesis |
5. Contoh Skripsi Kualitatif dan Kuantitatif
Kalau sebelumnya dari segi teori kita sudah menjelaskan kedua metode tadi, pada poin kali ini kita akan menjabarkan contohnya biar kamu makin paham sama apa yang kamu baca. Berikut ini beberapa contoh skripsi berdasarkan jenis penelitiannya kualitatif dan kuantitatif:
Contoh Kualitatif:
- “Makna Media Sosial dalam Kehidupan Remaja: Studi Fenomenologi di SMA X”
- “Strategi Guru dalam Mengatasi Siswa Bermasalah: Studi Kasus di Sekolah Inklusi”
Contoh Kuantitatif:
- “Pengaruh Intensitas Penggunaan TikTok terhadap Produktivitas Belajar Mahasiswa”
- “Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan dan Kinerja Pegawai pada Dinas Pendidikan”
Kamu bisa memilih metode berdasarkan topik, data yang tersedia, serta kemampuan dalam mengolah data mau yang mendalam (kualitatif) atau yang bisa diuji secara statistik (kuantitatif).
Penutup
Bagaimana dengan penjelasan yang kami berikan sebelumnya, sampai disini kamu sudah pahamkan dengan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif? Maksudnya kamu sudah tidak kesulitan lagikan untuk memilih salah satu metode tadi untuk skripsimu? Intinya ya memahami penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah langkah awal yang penting sebelum kamu menentukan metode skripsi. Setiap metode punya keunggulan dan tantangannya masing-masing. Penelitian kualitatif unggul dalam menggali makna, sementara kuantitatif unggul dalam pengukuran yang terstruktur. kedua penelitian ini kualitatif dan kuantitatif memiliki keunggulannya tersendiri.
Ingat juga untuk mempertimbangkan karakteristik kualitatif atau karakteristik kuantitatif saat menyusun rancangan skripsi. Pilihlah metode yang paling sesuai dengan tujuan penelitian dan data yang kamu punya. Jangan asal ikut-ikutan teman, karena skripsimu unik dan harus disesuaikan dengan pertanyaan riset kamu sendiri. Dengan memahami dasar-dasar perbedaan ini, kamu tidak hanya akan lebih mudah menyusun skripsi, tapi juga lebih percaya diri saat menghadapi dosen pembimbing atau sidang akhir. Semoga artikel ini membantu kamu menentukan pilihan terbaik ya agar tugas akhir kamu cepat selesai!